Jumat, 15 Mei 2009

Fenomena Studi Banding Dewan


TRAS UTAMA: “Untuk melihat kemajuan dan mendapatkan berbagai masukan secara langsung guna diterapkan di Aceh!” Itulah alasan yang sering mengemuka ketika masyarakat bertanya-tanya apa sesungguhnya motif anggota dewan melakukan pelesiran hingga ke luar negeri. Diprotes atau tidak, studi banding jalan terus. Bahkan anggota DPRA nekat menganggarkan dana miliaran rupiah tahun ini untuk melakukan studi banding hingga ke Eropa? DPRK Banda Aceh pun tidak ketinggalan. Sekadar berfoya-foya atau memang ada manfaat nyata?

TRAS KHUSUS: Sungguh ironis, 39 persen rumah tangga di Kota Lhokseumawe dikategorikan miskin secara nasional. Yang membuat penasaran, ke mana dibawa uang bagi hasil minyak bumi dan gas alam yang sudah dikeruk dari perut Kota Lhokseumawe sejak puluhan tahun silam? Benarkah kekayaan kota berjulukan “Petro Dolar” itu hanya dinikmati segelintir orang? Kontras mengupasnya.

BUNGONG JAROE: Eropa tak hanya kaya akan keindahan arsitektur bangunan dan tata kotanya. Seperti halnya Aceh, cerita rakyat, legenda, tahyul, atau mitos juga melimpah ruah. Sebagiannya menjadi sejarah. Kisahnya banyak yang berkaitan dengan sisi gelap peradaban manusia.

SELISIK: Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) baru saja berakhir beberapa pekan lalu, namun ada pihak yang menduga UN kali ini sarat dengan kecurangan yang terorganisir, sistimatis, dan dikomandoi mulai dari dinas tingkat provinsi hingga kabupaten dan melibatkan guru sekolah di beberapa kabupaten. Separah itu kah?

Tidak ada komentar: